Membuat PC Router di Ubuntu

Membuat PC Router di Ubuntu

Router adalah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Jenis router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco, juniper, dst) atau yang dapat difungsikan menggunakan komputer (pc router).

PC (Personal Computer) Router adalah sebuah komputer yang berfungsi sebagai router. PC Router dapat diterapkan dengan menggunakan spesifikasi minimal :
- Dua buah NIC
- OS *nix (BSD, Linux, Unix), OS Windows Server, Open Solaris, dst
Pada installasi kali ini, kita akan membuat PC Router dengan menggunakan OS Linux Ubuntu Desktop 7.10 Punyanya “Om Gusty”.

Saat ini aku make dua buah lan cards yang satu buat ke luar dan yang atunya buat ke dalam.

KONFIGURASI
1. Konfigurasi IP address
* eth0 : IP Address 10.10.1.81 Netmask 255.255.255.0
* eth1 : IP Address 192.168.0.1 Netmask 255.255.255.0
* DNS Server : 127.0.0.1 (disesuaikan dengan punya kita yang konek internet)
* Search Domains : perusahaan.com (boleh di isi boleh gak)

perintah seting ip (bisa lewat gui, tp ni ak pake terminal):
* sudo ifconfig eth0 10.10.1.81 netmask 255.255.255.0 (lan card 1)
* sudo ifconfig eth 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0 (lan card 2)
* route add default gw 10.10.1.1 (klo pake modem ya GATEWAY nya modem)

klo kesulitan cara tu ni ta Copy in dari punya mas Hanadi
klik panel System->Administration->Network trus meminta password administrasi, maka masukan password user yang pertama kali dibuat. Pilih bagian eth0 (network eksternal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :

* IP address : 10.10.1.81
* Subnet mask : 255.255.255.0
* Gateway address : 10.10.1.1 (Gateway di isi sesuai dengan ip modem ato alat yg konek internet tu pokoke)

Lalu klik tombol “OK“.

Pilih bagian eth1 (network internal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :

* IP address : 192.168.0.1
* Subnet mask : 255.255.0.0
* Gateway address :

Lalu klik tombol “OK“.
Gateway pada eth1 dikosongkan, karena router harus menentukan default gateway-nya. Sedangkan default gateway yang digunakan adalah yang melalui eth0.
Lanjuttt …. Pilih tab “General“. Masukan :

* Host name : PCrouter
* Domain name : Nyobain.com

Pilih tab “DNS“
Klik “Add” pada bagian “DNS Servers” lalu masukan IP Address dns servernya yaitu 127.0.0.1, tekan enter. Itu Kita memasukan IP Address localhost (127.0.0.1) karena kita akan menggunakan DNS local untuk semua manajemennya. Ato klo make koneksi lainnya disesuaikan aja yah.
Klik “Add” pada bagian “Search domains” lalu masukan Nyobain.com, tekan enter
Tekan tombol “Close” apabila konfigurasi sudah sesuai. Secara otomatis seharusnya IP Address sudah terkonfigurasi sendiri, apabila masih belum maka bisa direstart networknya atau restart aja komputernya

2. Konfigurasi IP Forward
IP Forward adalah suatu system yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari suatu jaringan ke jarinagn yang lain. Untuk mengkonfigurasinya, kita perlu mengubah modul kernel ip_forward menjadi enable. Tapi sebelumnya ubah password root dahulu biar gak ngerepotin nantinya. Klik panel System->Administration->Users and Groups. Pilih login name “root“, lalu klik Properties. Dibagian “Password“, ubah :

* User password : password_root
* Confirmation : password_root

Atau “Generate random password“, apabila ingin menggunakan password yang dibuat secara random. Lalu klik tombol “OK“.
Untuk mengaktifkan IP Forward, kita dapat mengklik panel Applications->Accecories->Terminal Setelah muncul terminalnya, ketik perintah :

* su -
* Password : password_root

Maka kita sudah masuk ke mode root, dengan ditandai oleh tanda “#” (tanda kress). Lalu dilanjutkan dengan perintah berikut :

* echo “net.ipv4.ip_forward=1? >> /etc/sysctl.conf
* sysctl -p /etc/sysctl.conf

Apabila pada file /etc/systecl.conf sudah terdapat entry-an “net.ipv4.ip_forward=0“, maka ubah saja nilainya menjadi 1. Untuk mengubah nilainya dapat menggunakan editor “pico” ato “vi“ ato “nano” ato apalah perintah linux lainnya. Untuk mengecek apakah IP Forward sudah diaktifkan pada PC, maka jalankan perintah berikut :

* sysctl net.ipv4.ip_forward

Apabila hasilnya adalah 1, maka IP Forward sudah di enable. Selanjutnya paket-paket yang dikirim oleh network sudah dapat diteruskan ke network yang lainnya.

3. Konfigurasi IP yang Dituju pada saat Nge-routing
Perintah yang aku pakai di bawah ini buat ip yang static :

* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j SNAT –to 10.10.1.81

Sedangkan untuk IP yang DHCP bisa pakai cara mas Hanadi :

* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE

untuk mengecek hasilnya ketikan perintah berikut :

* iptables -L -t nat

Maka akan terlihat seperti berikut :
untuk ip static :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
SNAT 0 — 192.168.0.0/24 anywhere to:10.10.1.81
—————cut————–

untuk ip DHCP :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
MASQUERADE 0 — 192.168.0.0/24 anywhere
—————cut————–

Konfigurasi IP Masquerade tidak bersifat permanen, maka disarankan untuk mengaplikasikan cara berikut :

* pico /etc/init.d/iptables
Isikan file tersebut dengan entry-an berikut :
—–start—–

#!/bin/sh
#
#This is a ubuntu adapted iptables script from gentoo
#(http://www.gentoo.org) which was originally distributed
# under the terms of the GNU General Public License v2
#and was Copyrighted 1999-2004 by the Gentoo Foundation
#
#This adapted version was intended for and ad-hoc personal
#situation and as such no warranty is provided.

IPTABLES_SAVE=”/etc/default/iptables-rules”
SAVE_RESTORE_OPTIONS=”-c”
SAVE_ON_STOP=”yes”

checkrules() {
if [ ! -f ${IPTABLES_SAVE} ]
then
echo “Not starting iptables. First create some rules then run”
echo “\”/etc/init.d/iptables save\””
return 1
fi
}

save() {
echo “Saving iptables state”
/sbin/iptables-save ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} > ${IPTABLES_SAVE}
}

start(){
checkrules || return 1
echo “Loading iptables state and starting firewall”
echo -n “Restoring iptables ruleset”
start-stop-daemon –start –quiet –exec /sbin/iptables-restore — ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} &2
exit 1
;;
esac

exit 0

—–finish——

tambahkan kedalam boot run level sebelum aplikasi networking lainnya dijalankan dengan perintah:

* chmod +x /etc/init.d/iptables
* sudo update-rc.d iptables start 37 S . stop 37 0 .
* /etc/init.d/iptables save

Selesai sudah Seting ROUTER di UBUNTU, untuk mencobanya silahkan gunakan dua buah PC dan jangan lupa juga seting IP pada pc yang akan digunakan sebagai klien.

Posted by: Mas Pur

Komentar bertahan »

ROUTER Sederhana berbasis LINUX

Perangkat yg harus disediakan :

  • Sebuah PC dengan OS Linux
  • 2 buah LAN card yang sudah terpasang dengan baik. (eth0 dan eth1)

Sekarang kita sudah siap untuk membuat sebuah router berbasis Linux dengan asumsi kita sudah mempunyai IP ADDRESS dari ISP kita. Biasanya kita mendapat sebuah block IP address lengkap dengan Netmask, Broadcast, Gateway, dan DNS-nya.

Misal :

Range ip address : 10.10.10.0/29
(Artinya kita mempunyai 8 ip public, namun yg bias kita gunakan adalah 5 buah ip address
Dimana 3 IP address sudah digunakan sebagai network, broadcast dan gateway disisi ISP)

  • Gateway : 10.10.10.1 (ada disisi ISP)
  • IP Address 10.10.10.2 (Disisi router kita)
  • Netmask : 255.255.255.248
  • Network : 10.10.10.0
  • Broadcast : 10.10.10.7
  • DNS1 : 20.20.20.1
  • DNS2 : 20.20.20.2

Di sini terlihat bahwa kita mempunyai 5 buah IP address (10.10.10.2 sampai dengan 10.10.10.6).

Selanjutnya kita tentukan IP address untuk client (local)

Misal :

  • Range ip address : 192.168.1.0/24
  • IP address 192.168.1.1
  • Netmask 255.255.255.0
  • Broadcast 192.168.1.255
  • Network 192.168.1.0

Nah, di sini kita bisa mempunyai IP address mulai dari 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254
(yang biasa disebut IP local atau Private) IP-2 tersebut yg nanti akan dipasang pada computer local.

Setelah semua IP sudah kita siapkan, sekarang kita mulai setting IP address di setiap LAN card nya. Yaitu eth0 dan eth1.

[root@gatewayku]# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

Yang harus diisikan :

  • DEVICE = eth0
  • BOOTPROTO = static
  • IPADDR=10.10.10.2
  • BROADCAST = 10.10.10.7
  • NETMASK = 255.255.255.248
  • USERCTL = no
  • ONBOOT = yes

Simpanlah dengan perintah (:wq)

Langkah kedua adalah setting IP GATEWAY
[root@gatewayku]# vi /etc/sysconfig/network

Yang harus diisikan :

  • NETWORKING = yes
  • DOMAIN = gw.domain.com
  • GATEWAY = 10.10.10.1

Simpanlah dengan perintah : (:wq)

Langkah ketiga adalah setting IP_forwarding
[root@gatewayku]# vi /etc/sysctl.conf

Ubahlah net.ipv4.ip_forward=0 menjadi net.ipv4.ip_forward=1
Kalau tidak ada net.ipv4.ip_forward=0 maka kita harus menambah sendiri – net.ipv4.ip_forward=1
Kemudian simpanlah dengan perintah ; (:wq)
Langkah keempat adalah setting dns resolve
[root@gatewayku]# vi /etc/resolv.conf

Yang harus diisikan :

nameserver 20.20.20.1
nameserver 20.20.20.2

Simpan dengan perintah (:wq)
[root@gatewayku]# /etc/init.d/network restart

Sampai di sini tahap pertama seting IP address di sisi eth0 telah selesai.
Mari kita lakukan percobaan dan testing.

Pertama :
Pasang kabel utp yg berasal dari isp kita pada interface eth0, kemudian
Ping ke 10.10.10.1 (default gateway)

Hasilnya:

[root@gatewayku]# ping 10.10.10.1
PING 10.10.10.1 (10.10.10.1) 56(84) bytes of data
64 bytes from 10.10.10.1: icmp_seq=1 ttl=64 time 2.89 ms
64 bytes from 10.10.10.1: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.816 ms
64 bytes from 10.10.10.1: icmp_seq=3 ttl=64 time=0.810 ms
64 bytes from 10.10.10.1: icmp_seq=4 ttl=64 time=0.816 ms
64 bytes from 10.10.10.1: icmp_seq=5 ttl=64 time=0.786 ms
— 10.10.10.1 ping statistics —
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loos, time 3999ms
Rtt min/avg/max/mdev = 0.786/1.225/2.899/0.837 ms
[root@gatewayku]#

Nah ini berarti setting ip di eth0 sudah benar.
Selanjutnya kita nge-ping ke www.yahoo.com untuk testing DNS
dengan perintah: ping www.yahoo.com

Jika muncul : PING www.yahoo-ht3.akadns.net (87.248.113.14) 56(84 bytes of data.
Dst ….. dst …..dst…
Berarti DNS yang kita setting sudah bekerja dengan benar.
Tetapi apabila yang muncul adalah :
PING: unknown host yahoo.com berarti nameserver yg kita isikan adalah salah.
Silahkan diteliti, mungkin salah mengisikan atau perlu untuk dicek ulang ke ispnya.

Sekarang, kita akan sekaligus membuat router kita ini sebagai name server bagi semua
Computer yg dibawah router ini yg biasa disebut sebagai client.
Untuk itu kita harus install daemon bind atau daemon nameserver yg lain.
Atau biasanya sudah terinstall dan tinggal mengaktifkan saja dengan cara :

[root@gatewayku]# /etc/init.d/named start

Langkah ke lima adalah setting IP di sisi eth1 (interface yg mengarah ke computer-2 yg berada dibawah router, yg biasa disebut client)

[root@gatewauku]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1

Yang harus diisikan :

  • DEVICE = eth1
  • BOOTPROTO = static
  • IPADDR = 192.168.1.1
  • NETMASK = 255.255.255.0
  • BROADCAST = 192.168.1.255
  • USERCTL = no
  • ONBOOT = yes

Simpan dengan perintah (:wq)
[root@gatewayku]# /etc/init.d/network restart (restart network)

Seperti biasa kita harus melakukan testing dengan nge-ping ke IP eth1 (192.168.1.1)
Apakah setingan kita sudah benar atau salah.

Langkah ke enam, kita setting ip di computer-2 clients

  • IP yg tersedia adalah 192.168.1.2 sampai 192.168.1.254
  • GATEWAY 192.168.1.1
  • NETMASK 255.255.255.0
  • BROADCAST 192.168.1.255
  • NAMESERVER 192.168.1.1

Di sini saya akan berikan beberapa contoh :

Misal :

Computer (1)
IP address 192.168.1.2
Netmask 255.255.255.0
Gateway 192.168.1.1
Broadcast 192.168.1.255
Nameserver 192.168.1.1

Computer (2)
IP address 192.168.1.3
Netmask 255.255.255.0
Gateway 192.168.1.1
Broadcast 192.168.1.255
Nameserver 192.168.1.1

Demikian juga seterusnya sesuai jumlah computer yg ada.

Sesudah memasang konfigurasi tersebut diatas pada masing-2 komputer, cobalah ngeping ke gateway 192.168.1.1
jika berhasil maka berarti setingan di computer sudah tersambung ke router.

Langkah ke tujuh, Supaya IP-2 CLIENT bisa ke Internet

[root@gatewayku]# /etc/init.d/iptables stop
[root@gatewayku]# /sbin/iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –s 192.168.1.0/24 –j SNAT –to- source 10.10.10.2
[root@gatewayku]# /sbin/iptables-save > /etc/sysconfig/iptables
[root@gatewayku]# /etc/init.d/iptables restart
[root@gatewayku]# iptables-save

Sekarang router kita sudah jadi.
Bisa dicoba untuk browsing ke internet dengan menggunakan computer client.

Semoga berhasil selamat mencoba.

Komentar bertahan »

Apa itu PC Router ?

PC Router merupakan Router yang di buat dari sebuah PC yang dijadikan Fungsi Router yang dijanlakan dengan sistem operasi dan kebanyakan sistem operasi yang digunakan adalah berbasis OS (Operation System) Linux sehingga biasa di sebut Linux Based Router.

PC Router atau Linux Based Router sebenarnya sangat banyak sekali variannya baik yang berbayar/komersil maupun yang Free/open source. Yang komersil seperti Mikrotik OS, LogixOS/Neology, Gibraltar Dll, dan yang Free/open source
seperti MonoWall, Pfsense, Smothwall Express, IPCop, Linktrack, DD-WrtX86, OpenWRTX86, Freesco dan masih banyak lagi lainnya. Jikapun berbayar/komersil tidak lebih dari US $ 100 dibandingkan jika harus membeli peralatan Hardware yang harganya (apalagi di Mark-Up) bikin kita menghela nafas panjang-panjang sambil geleng-geleng kepala sambil mengatakan “Betapa Borosnya Negeri ini”.

Apa keuntungan yang bisa diperoleh jika menggunakan PC router ini:

  • Jika digunakan oleh instansi pemerintah atau ISP atau Personal maka tindakan tersebut merupakan tindakan yang tepat karena anda telah melakukan efisiensi besar-besaran. Karena apa ? PC bekas dapat anda gunakan seperti pentium 486 atau Pentium 1 artinya tidak perlu membeli lagi, sedangkan OS PC Router tidak perlu beli yang commercial cukup digunakan yang free/open source saja karena kemampuan dan feature yang open source juga sudah mampu mengalahkan yang commercial dan Router Ternama.

  • Memiliki kemampuan/feature yang luar biasa seperti yang dimiliki oleh peralatan Router hardware Ternama yang harganya puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

  • Kemampuan processing dengan speed yang tinggi karena ditangani oleh kecepatan processor PC, memori PC, Mainboard PC, Harddisk PC dan lain-lain. Coba anda bandingkan Speed Processor Router Hardware yang kecepatannya Cuma 175 – 350 MHz saja. Coba bandingkan jika menggunakan MainBoard Via Evia Processor Onboard Cyrix 2,8GHz yang berharga sangat murah.

  • Hardwarenya sangat mudah untuk di upgrade seperti layaknya PC. Dan untuk USB Wireless bisa di deteksi secara plug & Play tanpa harus merestart PC khususnya Linux Based Router Free BSD OS Pfsense.

    I

  • nstalasi yang sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama (pengalaman saya menginstall PC Router tidak lebih dari 5 menit saja). Instalasi dapat menggunakan CD-ROM tapi yang lebih mudah dapat ditulis langsung dengan Phisicalywrite langsung dari OS Windows.

  • Ini yang lebih gila lagi seperti yang saya coba pada salah satu OS PC Router (Pfsense) yang mempunyai kemampuan mendukung USB WLAN yang dapat dijadikan Access Point (yang akan saya buat tutorialnya diakhir tulisan ini). Sedangkan OS Router PC yang lain juga memiliki feature sebagai Virtual AP, Client Bridge, repeater, Wireless Client Dll. Tergantung dari ciri khas/feature dari OS PC Router tersebut seperti Lintrack atau DD-WRTX86.

Coba anda bayangkan jika satu PC saja yang difungsikan sebagai Router yang bisa memuat banyak USB WLAN atau PCI Wireless sebagai Access Point sehingga andapun dapat membagi-bagi kelas-kelas IP Access point secara berbeda-beda atau anda dapat memperbanyak koneksi/incoming internet wireless dari berbagai sumber secara simultant. Menakjubkan bukan..??? Bukan main…..saya saja kagum dan sampai geleng-geleng kepala dan mengatakan bukan main luar biasanya fungsi Linux Based Router ini. Bandingkan jika anda harus membeli banyak Wireless Hotspot/Access Point untuk melakukan koneksi point to point keberbagai arah dengan memakai beberapa buah Wireless AP untuk setiap arah…..bukan main borosnya dan tidak efisiennya.

http://tik-sma-dki.org/webtik/?pilih=news&aksi=lihat&id=40

Komentar bertahan »

Negara India

entah kenapa gitu gue mau bahas masaalah negara ini, bukan gue nggak cinta ni sama negara kita sendiri that’s right INDONESIA ( INDONESIA I LOVE U ). tapi negara ini layak banget di acungi jempol why??? secara teknologi negara ini telah berkembang bayangin inda kalau tidak salah dan berarti itu benar meluncurkan roket kemajuan dibidang TI sangat bagus dibanding indonesia.

sebenarnya indonesia juga nggak kalah hanya saja indonesai kalah dalam berbahasa asing di india bahasa utama adalah bahasa nasional india disusul oleh bahasa keduanya yaitu bahasa inggris sehingga india mampu untuk bersaing dengan negara lain. ( hehehe… ini mengutip dari pelajaran PKnS di sekolah kite tercinta tentunya ).

indonesia memiliki banyak hal dibanding india.dari kekayaan alam,manusianya dll.tapi semua kurang bisa dimanfaatkan karena kendala bahasa. india belum tentu mengirimkan tenaga kerja tapi indonesia demi menambah devisa negara harus mengirimkan tenaga kerja diluar negeri.mungkin india lebih bisa beradaptasi karena mereka telah terbiasa menggunakan bahasa inggris ( ENGLISH LANGUAGE ) as tobe second language in india.so india jadi lebih maju dibanding kita.

coba kita lihat diberita banyak tenaga kerja indonesia yang illegal why???mungkin salah satunya nggak bisa bahasa inggris tapi mau tetap kerja.nah kalu udah kena siksaan baru nyesel dech ya ampun.

semoga kita bisa mengambil hikamah dan berupaya jadi negara yang berkualitas yang punya segala sumber daya untuk masa depan negar kita

HIDUP INDONESIA….!!!.

Komentar bertahan »

Setting PC Router dengan menggunakan Linux Slackware

Setting PC Router dengan menggunakan Linux Slackware

sebelumnya Nyonk mau ucapain banayk terimakasih sekali…..to Allah SWT,My Parents,temen-temen nyonk karena tanpa bantuan mereka nyonk belum tentu bisa bikin seperti ini.tapi tetep ini hasil karya bikinan sendiri gitu loh.
ya harus nyonke akui ini pertama kalinye nyonk tampil bikin posting disini.mang sich susah2 gampang.tapi tetep kita harus usaha untuk hasil yang terbaik.OK semanagat untuk lihat penjelasan lebih lanjut dibawah ini.
TARI………IIIKK MANGGG!!!!!!!—–>

Artikel ini hanya sebuah catatan kecil,kecil banget (referensi pribadi) maklumlah buat kalangan sendiri dan juga umum,yang di susun kembali berdasarkan sumber-sumber lain dari internet, hasil diskusi juga pencarian serta browsing and surfing di Internet dengan bantuan Paman Google danBibi Yahoo. Dengan harapan diposting disini untuk mengingat-ingat kembali ( paling tidak dihafal srta dilakukan tentunya ) dan bisa pula menjadi referensi bagi semuanya. Amin.
Sebenarnya sudah banyak Website/Situs/Blog yang membahas masalah ini secara kupas tuntas, sebut saja Forum Linux, Info Linux, Gudang Linux, DiskusiWeb, Linux Online dll ( ya iyalah orang kita juga bahas bagian dari linux makanya ada juga di tempat yang disebutkan diatas ). Akan tetapi disini saya cuma membahas bagaimana menjadikan Linux yang kita miliki dan punya sebagai gateway yang akan menghubungkan jaringan lokal (LAN) ke dunia luar (Internet). Dimana, sistem Linux ini akan dijadikan sebagai PC Router dengan konfigurasi Ip_forwarding, dan NAT+MASQUERADE dengan settingan standard yang sederhana/mungkin juga sangat sederhana. Sementara untuk penggunaan Firewall, URL Filter, Squid serta Delay Pools (manajemen bandwidth) akan dibahas pada postingan berikutnya.ok!

1. Sebelum Setting mintalah IP publik ke ISP lengkap dengan subnetmask, broadcast dan dns-nya.
misalkan
ip publiknya : 222.XXX.XXX.XXX
netmask : 255.255.255.240
gateway : 222.xxx.xxx.xxx

ip lokalnya : 192.168.0.1
netmask : 255.255.255.0

kemudian loginlah ke mesin linux anda dengan username root.

2.Settinglah IP
vi /etc/rc.d/rc.inet1.conf

# Config information for eth0:
IPADDR[0]=”222.xxx.xxx.xxx”
NETMASK[0]=”255.255.255.240″
USE_DHCP[0]=””
DHCP_HOSTNAME[0]=””

# Config information for eth1:
IPADDR[1]=”192.168.0.1″
NETMASK[1]=”255.255.255.0″
USE_DHCP[1]=””
DHCP_HOSTNAME[1]=””

# Default gateway IP address:
GATEWAY=”222.xxx.xxx.xxx”

==================================
Pastikan default gateway telah mengarah ke IP gateway ISP, dengan mengetikakan perintah netstat -nr

3. setting ip forwarding,agar paket dari jaringan local dapat berjalan kejaringan luar.
echo “1″ > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

4.Agar client atau jaringan lokal (LAN) yang terhubung dengan sistem linux anda dapat mengakses internet, maka settinglah MGW dengan menggunakan source NAT IPTables.
vi /etc/rc.d/rc.local

/usr/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE

kemudian simpanlah konfigurasi td dengan mengetikan tombol esc:wq dan enter

5. setting ip DNS dari DNS isp anda di direktory resolv.conf
vi /etc/resolv.conf

nameserver 202.xxx.xxx.xxx
nameserver 202.xxx.xxx.xxx

kemudian simpanlah konfigurasi td dengan mengetikan tombol esc:wq dan enter

5.sampai tahap ini anda sudah selesai membangun sebuah pc router dengan penerapan ip nat+masquerade,kemudian restart pc router anda.untuk mengujinya lakukan test ping dari komputer client ke DNS atau ke gateway atau ke www.yahoo.com,jika hasilnya reply,berarti internet sudah bisa di akses dari komputer client.

Sumber: http://drakula.wordpress.com (blognya mas afrimansyah).

Trims

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.